Waktu dulu masih pacaran, istri Bang Jo yang asli Dumai sempat bingung. Perempuan cantik kinyis kinyis itu heran, lha Bang Jo kok bisa suka setengah mati sama rujak cingur. Jangan-jangan lelaki itu lebih milih cingur daripada bibir calon istrinya. Ia teringat masa-masa ketika yang lain diajak pacaran di mall, yang ini malah diajak cinguran di selatan Tanah Abang. “Dasar sial!“celetuknya.
Tapi Bang Jo punya alasan tentang hobi cinguran di Tanah Abang. “Rujak cingur itu punya makna yang sangat dalam. Dek, lontong ini mencerminkan hubungan kita yang tampaknya utuh, tapi rapuh, sewaktu-waktu mudah putus. Sedangkan tahu, dari namanya saja, aku dan kamu sudah diingatkan agar kita harus saling tahu, ngga serba cuek kayak kamu yang kalau marah selalu mecucu.
Kangkung, kangkung ini seret tapi enak kok dek. Suatu saat, kalau nanti sudah kawin, kita juga setuju yang seret-seret bakal bikin lebih enak, iya kan? Lalu petis, ini supaya kita ngga lupa, bahwa dalam tiap hubungan yang terpenting adalah rasa. Dan cingur, biar aku ngga lupa sama cingurmu dek!. Hahaha..“ Maka, dulu ketika sampai bosan mendapat jawaban yang itu-itu, ia cuma bisa ngambek, lagi-lagi mecucu.
Kecintaan cingur dan filosofi cinguran ternyata terus bertahan sampai mereka berdua kawin. Dibawa sampai hari ini, ketika mereka sudah beranak satu, dan ketika hobi Bang Jo juga sudah tambah satu: nulis puisi di Kemudian. Kadang jika sedang bertengkar dengan istrinya, Bang Jo cinguran sambil nulis puisi. Atau sekali dua kali ia bikin puisi di Kemudian tentang cingur, entah yang mana: cingur makanan atau cingur istrinya
Sampai suatu ketika , di Forum K.com, Bang Jo melihat ada ribut-ribut tentang arti puisi. Salah satu member baru bertanya, “Apa sih sebenarnya definisi puisi?” Di suatu waktu yang lain, ada orang yang ngakunya bernama someonefromthesky tiba-tiba mengutip statement gurunya tentang puisi postmodern : ‘kalau pengarangnya menyebut itu puisi, maka itu adalah puisi.”
“Dasar edan!” geram Bang Jo tak terima dengan statement yang ia baca. Tiba-tiba teringat tulisan dari mentornya sewaktu awal 90’an Bang Jo masih kuliah di Jogja, namanya Cak Emha. Satu-satunya alasan kenapa ia masih ingat tulisan Cak Emha adalah karena judulnya : Politik Rujak Cingur. Ya, di situ tertulis jelas, rujak cingur, makanan klangenannya.
“Aneh, kenapa orang-orang ini bisa berpikir, jika ada tulisannya puisi maka itu adalah puisi?! Bener kata Cak Emha, yang ada tahu dan yang ada petis pun belum tentu rujak cingur, bisa jadi tahu petis. Bahkan yang ada cingurnya pun belum pasti rujak cingur. Apalagi yang cuma rujak! Mana mungkin tiba-tiba menjelma jadi rujak cingur!”
“Kalo aku nurut orang-orang di situs itu, kalau aku nurut pendapat postmodern, bisa jadi aku tulis opini dikira nulis puisi hanya karena judulnya ‘Opini Puisi’. Gawat! Ini sama saja tololnya dengan menganggap orang Lekra pasti PKI, anak PKI pasti PKI, cucu PKI pasti PKI! Aku tak mau dibodohi hanya karena postmodern, hanya karena puisi. Jangan sampai.. jangan sampai.. !“
“Lalu, buat papa, apa itu puisi?“ tanya si kecil yang ternyata mengamati bapaknya sedari tadi.
“Sama seperti rujak cingur,“ jawab Bang Jo sambil ngeloyor pergi.
–
*foto dari http://aniskamilah.files.wordpress.com/2008/06/230px-rujak_cingur.jpg


5 Responses
Nopember 13th, 2008 at 04:59
kowen maniak rujak cingur tah?
Nopember 14th, 2008 at 06:34
hahaha tulisan cak Emha keren-keren…gw juga suka. Politik rujak cingur tulisan beliau juga gw pernah baca di ‘kiyai sudrun gugat’.
Setelah baca tu buku jadi terinspirasi menyebarkan aliran sesat dengan ’sarkasme’ bukan lagi dengan ‘hikmah’
Nopember 15th, 2008 at 17:01
mas ody, yang suka rujak cingur kan kamu tho mas? hehehe..
untuk wizurai, emha memang memikat. tapi saya, hari-hari ini sedikit sulit ya menemukan buah penanya. jangan-jangan sudah bertobat? hahaha
Nopember 19th, 2008 at 12:39
bilang sama si Bang Jo, kapan2 nyoba’in bak pao Cina ato coto Makasar, siapa tahu bisa jadi puisi yang bagus buat cingur sang istri hahahha
Desember 4th, 2008 at 09:51
salam kenal…wah rujak cingurnya uuuueeennnnaaakkk tenan…kunjungan pertama saya ke situs njenengan ini…saya tunggu kunjungan balik ke blog puisi dan sajak saya….gimana kalau kita tukar link?
Leave a Comment